Masalah Ketidak Suburan Pada Pria

Banyak pasangan usia subur yang ingin mempunyai anak berpikiran kehamilan akan mudah terjadi segera setelah berhenti menggunakan kontrasepsi. Akan tetapi kenyataannya tidaklah demikian. Sesungguhnya angka kejadian ketidaksuburan adalah cukup banyak. 1 dari 9 pasangan suami istri diperkirakan mempunyai masalah tersebut. Dan setengah dari jumlah pasangan ini akan membutuhkan bantuan medis untuk mengatasinya.

Definisi ketidaksuburan (infertilitas) adalah gagalnya konsepsi pada pasangan setelah setahun berhubungan tanpa alat kontrasepsi. Dikenal dua jenis infertilitas. Yang pertama dikenal sebagai infertilitas primer dimana pasangan tidak pernah mempunyai bayi sebelumnya. Jenis kedua adalah dimana pasangan tidak berhasil hamil setelah mempunyai bayi sebelumnya.

 

Kebanyakan orang masih menganggap bahwa infertilitas adalah masalah wanita semata. Data menunjukkan bahwa masalah pria ditemukan kurang lebih 50% dari pasangan yang mengalami kesulitan. Masalah pada kedua pihak akan membuat kompleks dan pengobatan perlu melibatkan suami dan istri.

Dengan alasan inilah sangat penting bahwa infertilitas perlu di pandang dari kedua belah pihak dan bukan secara individual. Pemeriksaan lengkap akan menuntut kesediaan suami dan istri untuk memberikan komitmen terhadap proses pemeriksaan awal. Hal ini akan menimbulkan masalah ego pada pria yang dapat merasa rendah diri dan gagal sebagai laki laki. Pria dapat pula merasa kejantanannya dipertanyakan. Hal ini akan menjadi kendala sendiri untuk membawa pihak pria memeriksakan diri.

Alat Reproduksi Pria dan Proses Pembuahan

Untuk mengerti apa yang dapat terjadi pada masalah infertilitas terutama pada pria, sangat penting untuk mengerti dahulu dasar alat reproduksi pria bekerja dan bagaimana sperma diproduksi

Organ reproduksi pria

Testis adalah organ paling penting dalam proses reproduksi pria karena disinilah tempat produksi utama sperma dan hormon utama pria testosteron. Testes terbentuk dari saluran saluran yang sangat halus tempat terjadinya pematangan sperma. Saluran ini terdiri dari dua jenis sel, yaitu sel Sertoli dan sel Leydig. Sel Sertoli adalah yang jenis sel sel yang melapisi saluran yang membantu proses pematangan sperma. Proses ini akan dibantu secara sinergis oleh sel sel Leydig yang memproduksi hormon testosteron.

Setelah proses pematangan ini selesai sperma akan menuju kantung kelenjar yang dikenal sebagai epididymis. Disini akan terjadi peningkatan proses kemampuan sperma untuk bergerak (berenang). Proses ini akan berlanjut ke saluran yang dikenal sebagai Vas Deferens sebelum siap pada tahap ejakulasi. Sperma akan melalui beberapa proses pelengkap sebelum menjadi komposisi lengkap cairan mani (semen). Seluruh proses ini diperkirakan akan lengkap setelah 72 hari.

Pada saat hubungan seks cairan ejakulasi akan memenuhi daerah sekitar leher rahim (serviks) yang dengan bantuan cairan mukus serviks, jutaan sperma akan menuju saluran telur (tuba falopii) dan hanya beberapa yang mencapai sel telur. Dari seluruh sperma yang ada hanya akan ada satu sperma yang berhasil menembus lapisan pelindung telur dan terikat dengan lapisan yang dikenal sebagai zona pelusida.

Ketidaksuburan pada pria umumnya disebabkan oleh 3 faktor utama pada kualitas sperma yaitu jumlah konsentrasi sperma, motilitas (pergerakan sperma) dan morfologi (bentuk sperma)

Morfologi sperma

Seringkali kelainan bentuk dan besar sperma dapat mengakibatkan kesulitan penetrasi sperma terhadap lapisan sel telur dan abnormal reaksi dengan zona pelusida.

Kriteria WHO 2010 terhadap Analisa Sperma adalah

Volume   2-6 ml

  • Konsentrasi          Sekurangnya 14 juta sperma per ml semen
  • Motilitas                 Sekurangnya 36% bergerak (maju)
  • Morphology           Sekurangnya 4% sperma mempunyai bentuk yang normal

 

Riwayat Penyakit dan Pemeriksaan Klinis

Riwayat penyakit memerlukan gambaran yang penuh tentang latar belakang pria secara umum dan terutama terkait dengan riwayat penyakit dahulu, operasi terutama di daerah skrotum dan hal lain yang terkait aktifitas seksual.

Dokter memerlukan pemeriksaan klinis terhadap pria secara umum dan khusus mengenai besar, nyeri dan benjolan pada testis. Sedangkan pemeriksaan laboratorium yang standar adalah Analisa Sperma dan pemeriksaan hormon apabila diperlukan

Analisa Sperma

Selain informasi diatas adalah sangat penting untuk mengetahui standard pemeriksaan Analisa Sperma yang digunakan oleh Laboratorium terkait. Sebaiknya pemeriksaan ini hanya dilakukan oleh klinik pelayanan khusus infertilitas karena standard yang digunakan adalah umumnya menggunakan standard WHO.

Pemeriksaan Hormon Endokrin

Pemeriksaan darah untuk menilai Luteinizing Hormone (LH) dan Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan homon testosterone akan membantu diagnosa kelainan sperma berat. Pengobatan medis masih dapat dilakukan apabila kelainan disebabkan bukan karena gagal primer fungsi testis.  Dokter akan menilai lebih lanjut jenis pemeriksaan dan pengobatan yang dapat diterapkan

Antisperma Antibodi

Terkadang tubuh membuat semacam kekebalan terhadap sperma yang akan menghambat proses konsepsi pada tahap penetrasi sperma melalui mukus leher rahim dan saat penetrasi sel telur. Pentingnya pemeriksaan ini banyak dipertanyakan oleh para ahli pada saat ini karena dengan pengobatan IVF mikroinjeksi (ICSI) praktis pengobatan ini dapat dijadikan alat bantu diagnosa. Pemeriksaan ini mungkin mempunyai nilai pemeriksaan pada pria yang pernah vasektomi sebelumnya.

Genetik

Para ahli telah menemukan bahwa sebagian besar masalah sperma berat adalah diakibatkan adanya kelainan genetik yang dikenal sebagai mikrodelesi terutama pada kromosom Y. Seperti diketahui kromosom Y hanya dimiliki oleh pria dan pada kromosom Y ini terdapat beberapa gen yang dikenal sebagai AZF (Azoospermic Factor) Pada saat ini baru diketahui 5 gen yang informasi genetiknya dapat terhapus yang dapat mengakibatkan terhadap masalah sperma berat. Sangat dimungkinkan masih banyak jenis gen yang belum kita ketahui

Penyebab umum masalah infertilitas pada pria

Karena banyak yang tidak dapat dicantumkan sebagai penyebab kemandulan pada pria berikut adalah penyebab yang paling sering terjadi

Faktor gaya hidup

Merokok, obat obatan, alkohol, kegemukan dapat mempengaruhi kualitas sperma. Beberapa jenis pekerjaan dan eksposur terhadap zat zat kimia dan radiasi dapat sangat mempengaruhi masalah infertilitas.

Gagal Fungsi Testis Primer

Hampir setengah dari kasus ini sangat disayangkan bahwa kita tidak dapat mengetahui penyebabnya walaupun ilmu pengetahuan telah menemukan banyak penemuan baru.

Obstruksi

Obstruksi yang paling sering terjadi adalah hambatan pada jalur vas deferens dan epididymis. Penyebab tersering obstruksi adalah infeksi, riwayat operasi sebelumnya, kelainan kongenital dan vasektomi. Obstruksi dapat ditangani dengan operasi bypass tetapi dengan kemajuan teknik IVF dan ICSI, prosedur PESA atau Biospi Testis  dapat membantu pasangan yang masalah dasar terkait obstruksi.

Varicocele

Kondisi ini adalah sejenis varises di testis. Penanganan varicocele sangat kontroversial karena penelitian sejauh ini tidak menunjukkan secara konklusif bahwa operasi akan membantu meningkatkan angka kehamilan. Operasi akan cukup efektif apabila pria mempunyai keluhan rasa sakit.

Infertilitas dengan sebab yang tidak diketahui (unexplained infertility)

5-10 % kasus infertilitas tidak dapat diketahui penyebabnya setelah dilakukan pemeriksaan yang standard. Terkadang diagnosa ini merupakan sesuatu yang dapat membuat frustasi karena tidak ada sebab yang dapat menjelaskan dimana letak masalah.

Pengobatan umum infertilitas pada pria

Terapi hormonal dan obat obat vitamin lainnya

Terapi hormonal dan obat obatan seperti vitamin kurang membantu meningkatkan produksi sperma selain memang ada indikasi bahwa pria tersebut mempunyai kelainan hormon yang mengakibatkan testis tidak berfungsi. Penelitian sedang berlangsung apakah suplemen Zinc akan membantu produksi sperma, hanya sampai saat ini belum terbukti adanya perubahan yang berarti. Penambahan antioxidant mungkin akan membantu meningkatkan kualitas hasil akhir dari keberhasilan program pengobatan

Inseminasi Donor Sperma

Berdasarkan peraturan dan rekomendasi pemerintah RI, segala bentuk donor gamet di Indonesia tidak diperkenankan. Di luar negeri terdapat beberapa pusat bank donor sperma, dimana pasangan dapat memilih calon donor yang tetap terjaga rahasianya (unanimous donor). Tetapi dengan perkembangan dan peningkatan kualitas IVF dan ICSI pengobatan dengan menggunakan donor semakin jarang dilakukan di luar negeri sekalipun.

Invitro Fertilisation dan Intra-Cytoplasmic Sperm Injection

Pengobatan yang dikenal sebagai bayi tabung merupakan terobosan besar bagi pasangan yang mempunyai masalah sperma berat. Dengan kemajuan teknologi ICSI walaupun jumlah sperma hanya sedikit, hal ini masih dapat dibantu untuk terjadinya pembuahan. Proses ini dapat terjadi karena sperma akan dibantu untuk menembus lapisan telur dengan ditusuk menggunakan jarum mikroskopik.

 

ICSI

Pada kasus dimana terjadinya obstruksi saluran vas deferens atau masalah sperma sangat berat (severe oligoazoospermia) sperma dapat diambil melalui prosedur Percutaneous Epididymal Sperm Aspiration (PESA), Testicular Sperm Aspiration (TESA) atau Biospy Testis. Prosedur ini dapat dikerjakan menggunakan bius lokal ataupun bius umum.

Morula IVF Jakarta telah mengerjakan pengobatan ini bertahun tahun dan hasil yang sangat menggembirakan dengan beberapa kehamilan telah berhasil terjadi dari proses PESA/TESA. Kualitas pelayanan laboratorium Morula IVF Jakarta kini telah mempunyai standard angka kehamilan internasional. Hal ini akan memudahkan pasien untuk memiliki percaya diri bahwa merka tidak selamanya memerlukan pengobatan ke luar negeri dalam menanggulangi masalah infertilitas

Proses IVF dan ICSI terkadang dirasakan mahal dan kompleks. Tetapi dengan angka keberhasilan yang cukup baik akan memberikan harapan yang lebih besar untuk pasangan dalam mengharapkan kehamilan. Pengobatan ini memerlukan komitmen dan kesabaran yang besar dari pasien.

Adopsi

Salah satu cara yang dapat ditempuh bagi pasangan infertilitas adalah mencari akses untuk mengadopsi anak. Walaupun banyak kendala sosial yang akan dihadapi tetapi tidak selamanya adopsi merupakan pilihan yang buruk, karena pada dasarnya kasih sayang orangtua tidak akan ada bedanya terhadap anaknya, baik anak kandung maupun anak angkat.

Untuk keterangan lebih lanjut dokter spesialis infertiltas akan menjelaskan lebih detail dan bagian konseling Morula IVF Jakarta di (021) 3192-2005 untuk pembicaraan lebih lanjut